fachrizalalfa10

Fachrizal Alfa Zamroni

Electrical Engineering ⚡of Indonesia University of Education🏫 class 2014. 인도네시아 교육 대학교 다닙니다. 🇮🇩 🇰🇷

Loading...
T.E.R.I.N.C.A.R . . salut ka nu ngajieun 😂
Sekedar mengingatkan, kalau menerika kartu kuning lagi maka akan diberi kartu merah yang artinya harus meninggalkan lapangan sebelum waktu habis #cmiiw #KartuKuningJokowi
2017.
Tak terasa, tahun 2017 telah mencapai titik nadir. Dan tahun ini telah memberikan banyak kenangan yang akan selalu membekas dalam diri. Salah satunya adalah kesempatan untuk bergabung bersama BEM REMA UPI 2017. Ternyata, Sudah (hampir) 1 tahun mengabdi ditunjuk sebagai staff di BEM, khususnya Kementrian Luar Negeri (Kemenlu). Kemenlu mengharuskan stafnya memikirkan hal-hal yang mungkin diluar jangkauan dan melebihi kuasa, dan langsung bertindak apapun keterbatasan ataupun halangannya. Dan Kemenlu juga tidak diperkuat oleh satu orang saja, namun banyak orang yang memiliki latar belakang yang berbeda. Dan disitulah bagaimana sebuah dinamika terbentuk dan harus menemukan jalan keluarnya bersama. Dengan segala kemampuan yang ada, Kemenlu berusaha menjadi pembeda bagi setiap peristiwa yang terjadi di seluruh Indonesia. Baik itu isu regional maupun nasional, dari isu strategis hingga taktis, semua dibahas dan dipikirkan sebagai bukti cinta untuk negeri. Kemenlu wajib melakukan aksinya disaat momen yang tepat, maka dari itu segala hal yang dilakukan selalu mengejar momen. Dan disitulah saya bisa merasakan dan mengerti pentingnya sebuah momen. Sebuah momen yang mungkin tidak akan terulang kembali di masa depan. Momen yang saya habiskan bersama Kemenlu 2017 pun belum tentu bisa terulang kembali. Inilah yang membuat saya sangat bersyukur bisa menjadi bagian dari BEM REMA UPI 2017 khususnya di Kementrian Luar Negeri. Saya berterima kasih kepada semua staf Kemenlu yang membersamai saya selama (hampir) satu tahun kalender ini. Terima kasih atas kerja keras kalian, semoga kita tetap kritis terhadap peristiwa di sekitar kita karena kita akan terus mengawal kebijakan tanpa henti. Sekali lagi, Terima Kasih. 😊
아직 못 믿어요. 넌 이제 하늘에 별. 하지만, 꼭 게억할거에요. 영원히. 수고했어요. #샤이니 #종현 #SHINee #Jonghyun
*Suara Dibalik Jeruji* Setiap langkah akan menapaki jalannya masing-masing. Maka, jalan perjuangan mahasiswa adalah idealismenya yang terus berkobar untuk perbaikan bangsa dan negara. Terkurung didalam penjara bukanlah pembunuh idealisme kami, sesaknya kehidupan bui bukanlah peredam nurani kami, karena sejatinya suara-suara kebenaranlah yang menjadi cahaya perjuangan kami. Maka izinkan kami untuk mengukuhkan kembali langkah-langkah perjuangan, bahwa : 1. Sepedih dan sepahit apapun kehidupan dibalik jeruji tidak akan menjadi akhir dari perjuangan, karena tidak ada istirahat bagi mahasiswa sampai bangsa ini menemui cita-cita kemerdekaannya. 2. Menyerukan kepada seluruh mahasiswa Indonesia bukan hanya BEM Si, tapi semua aliansi yang mengatasnamakan MAHASISWA dan juga mahasiswa secara individu untuk bersatu padu, karena sejatinya tujuan kita sama yakni untuk perbaikan bangsa tercinta. 3. Mengajak seluruh mahasiswa untuk tidak gentar melantangkan suara atas banyaknya kecarut-marutan negeri ini, karena jika bukan mahasiswa siapa lagi elemen pemuda yang bisa diharapkan oleh bangsa. 4. Menyampaikan kepada seluruh masyarakat Indonesia bahwa mahasiswa akan terus bersuara untuk perbaikan negeri ini, maka mari jaga persatuan dan kesatuan, serta jangan pernah takut bersuara, jika benar katakan benar dan jika salah maka katakan salah. Jika engkau melihat kedzoliman maka rubahlah dengan tanganmu (kekuasaan), jika tidak bisa maka rubahlah dengan lisan, dan jika tidak sanggup maka diamlah. Salam perjuangan! Dari balik jeruji besi, Muhammad Ardi Sutrisbi & Ihsan Munawar Rabu, 25 oktober 2017 -------------------------------------- Berikut adalah surat dari Ihsan dan ardi yang hingga pesan ini ditulis (25/10), mereka berdua masih ditahan di Mapolda Metro Jaya. Sebarkan pesan ini seluas-luasnya!!!
["Depan Istana Negara", 20/10/2017] (2/2) Aksi #SidangRakyat tempo hari sebetulnya berlangsung aman, damai, dan tertib. Sayangnya, mahasiswa tidak akan pernah puas menuntut keadilan dari Presiden yang punya kekuasaan untuk merubah nasib negeri ini. Aturan pun sampai dilabrak demi berdiskusi dengan Presiden. Mereka menunggu hingga larut malam sampai Presiden tiba. Ada yang berdzikir, tiduran beralaskan aspal, dan lain sebagainya. Namun sayang, (oknum) aparat kepolisian yang menjadi simbol kekuasaan untuk kesekian kalinya bertindak serampangan. Bukannya diantar pulang ke rumah masing-masing, polisi malah melakukan berbagai tindak kekerasan demi jalanan yang bebas macet (walaupun tiap hari jalanan ibukota selalu macet). Akhirnya, para pejuang keadilan pun terpaksa bubar. Beberapa daiantaranya sampai ditangkap polisi karena dituduh provokator. Sungguh disayangkan ketika polisi yang seharusnya melindungi, melayani, dan mengayomi masyarakat malah bertindak jauh dari apa yang seharusnya dikerjakan. Massa aksi tidak ada yang membawa senjata, tapi diperlakukan seperti tentara perang dari negara musuh. Padahal mereka juga bagian dari masyarakat. Apakah keadilan sudah hilang? Apakah begitu mudah memenjarakan seseorang? Apakah hukum sudah tidak punya kekuatan lagi dihadapan masyarakat kelas bawah? Terlepas dari itu semua, nampak jelas bahwa orang yang berada di jalan kebenaran memang sedikit jumlahnya. Di luar sana banyak yang menganggap demo dalam bentuk apapun tidak masuk akal. Mungkin terlihat gila. "Makanya dek, belajar yang bener aja udah", "Ngapain ribut-ribut di jalan? Wong Jokowine ra ono." "Cieee Demo mulu nih, IPK aman? skripsi apa kabar?" Banyak "orang yang terlalu baik" beranggapan mahasiswa yang ideal adalah belajar di kelas, lulus cepat plus ijazah cum laude, lalu dapat pekerjaan bagus. Apakah hanya sebatas itu? Padahal mahasiswa didoktrin bahwa mereka adalah agen perubahan yang turut serta berkontribusi dalam memajukan negara. Kalau hanya dengan ijazah cum laude bisa memajukan negara, maka tidak ada lagi orang miskin, konflik agraria, dan kebijakan yang tidak pro rakyat.
["Depan Istana Negara", 20/10/1017] (1/2) 20 Oktober 2014, 50 hari setelah saya memulai kuliah perdana di kampus UPI, adalah hari dimana Ir. H. Joko Widodo dilantik menjadi Presiden Republik Indonesia dan Dr. drs. H. Jusuf Kalla sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia yang baru. Dan sejak saat itulah rakyat Indonesia mulai menaruh harapan agar Indonesia bisa menuju arah yang lebih baik. Semua harapan tersebut tercantum dalam #Nawacita yang berisi 9 garis besar kebijakan Jokowi-JK selama 5 tahun kedepan. Namun yang pada kenyataannya, cita-cita tersebut hanyalah sebatas angan-angan semata tanpa ada dampak langsung kepada rakyat. Bahkan, hanya membuat rakyat tambah menderita. Indonesia telah dibajak asing, kesenjangan merajalela, penegakkan hukum yang sangat lemah, hingga terancamnya kesejahteraan rakyat sudah cukup untuk menciptakan keresahan ditengah-tengah masyarakat. Itulah sebabnya Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi BEM Seluruh Indonesia melakukan Aksi bertajuk #SidangRakyat sebagai bentuk evaluasi serta "perayaan" 3 tahun kepemerintahan Jokowi-JK. Para Mahasiswa membawa Tuntutan Pembangunan Pro Rakyat atau #TuguRakyat yang didalamnya merupakan solusi untuk mengatasi masalah-masalah yang terjadi di Indonesia, antara lain: 1. TUrunkan Kesenjangan Ekonomi 2. GUgat Pengekangan Hak Publik dan Wujudkan Kedaulatan Rakyat 3. RAKYAT Menuntut Tegaknya Supremasi Hukum Seluruh mahasiswa telah menyalurkan kemampuan terbaiknya dalam memberikan kritik dan mengajukan tuntutan kepada pemerintah. Namun apa daya, sang pemimpin tidak ada walaupun ada rakyat yang merindukannya. Sang Pemimpin menghilang seolah rakyat bukanlah hal yang penting baginya. Sang Pemimpin sperti tidak memikirkan penderitaan rakyatnya dan hanya berkeliling entah kemana meninggalkan tanggung jawabnya. Di hari itu Mahasiswa menderita, sudah jatuh terimpa tangga pula, sudah tak dapat bertemu Jokowi dapat perlkuan represif nan sadis dari (oknum) aparat. Namun, ini bukanlah yang terakhir. Hal ini justru memperkuat mental para Mahasiswa agar tetap bertahan membela rakyat. Karena jika ada ketidakadilan maka hanya ada satu kata: LAWAN! Panjang Umur Perjuangan! Hidup Mahasiswa! Hidup Rakyat Indonesia
Sebuah plang (penanda) dimana warga lokal menyebutnya 'Koin IPB'. #IPB #Bogor #AkuMasukIPB #MasukDoangGakKuliah
(SWIPE LEFT) Pic 1: Kelompok KKN Tematik Posdaya Desa Lelea Kec. Lelea Kab. Indramayu th 2017. @kkn_desalelea Jumlahnya ada 11 orang (ngan kurang yth. abah @agniginanjar ). Berasal dari jurusan dan asal daerah yang berbeda, yang 'dipaksa' bersatu demi nilai A. Tapi tetap bisa sukses melaksanakan KKN tanpa masalah berarti. . Pic 2 : Wanna One @wannaone.official Jumlahn membernya ada 11 orang. Berasal dari 8 agensi berbeda (bahkan kewarganegaraan pun ada yang beda). Membawa image, konsep, dan skill yang berbeda pula. Namun, mereka mendapat popularitas luar biasa dan banyak menorehkan prestasi di industri K-POP. . Dari keduanyalah, saya belajar apa arti persahabatan, dan juga pertemuan tak terduga bisa memberikan kenangan indah. Walaupun berbeda dan merasa tidak cocok satu sama lain, tapi selama memiliki tujuan yang sama dan fokus pada tujuan tersebut, maka keberhasilan pun pasti kan didapat.
Rilis Aksi Hari Tani Dan Refleksi Menuju 3 Tahun Kepemimpinan Jokowi-Jk “Soal pangan adalah soal hidup dan matinya bangsa." (Ir. Soekarno) 24 September 1960 merupakan hari lahirnya UU Pokok Agraria. Pada hari itu juga ditetapkan sebagai peringatan Hari Tani Nasional. Hari itu terus diperingati hingga saat ini, namun bagaimanakah kondisi pertanian Indonesia hari ini? Bagaimana nasib para petani, peternak, nelayan yang sama-sama menggunakan hasil alam untuk sumber kehidupan? Konflik agraria yang silih berganti, mulai kasus reklamasi, kriminalisasi nelayan Pulau Pari dan para petani Kendeng. Yang kesemuanya, mereka terampas haknya karena kepentingan corporate dan bahkan adanya proyek-proyek dari corporate menimbulkan kerusakan pada lingkungan. Dimanakah reforma agrarian yang dijanjikan? Begitu juga dengan swasembada pangan yang masuk dalam poin nawa cita Bapak Jokowi. Indonesia dengan garis pantai terpanjang di dunia malah mengimpor garam. Negara yang kaya akan sumber daya alam dan subur tanahnya mengimpor gula, kedelai, jagung, daging, bahkan beras. Kebijakan-kebijakan yang diambil pemerintah saat ini masih banyak yang belum mensejahterakan para petani, nelayan dan peternak. Maka pada momentum Hari Tani yang ditetapkan tanggal 24 September menjadi momentum yang tepat untuk melakukan perbaikan dalam bidang pertanian. Kami Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia wilayah Jabodetabek Banten menggelar aksi unjuk rasa pada Senin, 25 September 2017 bertempat di Istana Negara guna menyuarakan aspirasi rakyat, dengan ini kami menyatakan bahwa kami menuntut pemerintah untuk segera : 1. Menghentikan penambangan semen di pegunungan karst Kendeng serta melindungi kawasan bentang alam Indonesia dengan tidak dijadikan lahan pertambangan. 2. Menghentikan proyek reklamasi yang telah dimenangkan oleh masyarakat terhadap pulau G,F,I dan K serta pulau-pulau lainnya. 3. Membebaskan tiga nelayan Pulau Pari yang ditahan karena dugaan pungutan liar dan menyelesaikan sengketa lahan antara nelayan dengan PT Bumi Pari. 4. Menghentikan impor garam konsumsi yang mengakibatkan garam rakyat tidak laku serta mewujudkan kedaulatan industri garam nasional.
#Repost @indonesiabertauhidofficial (@get_repost ) ・・・ Allah tak pernah salah dalam berkehendak, teman-teman yang pergi karena tak suka dengan kita yang baru, pasti akan diganti dengan teman yang lebih baik, yang berjuang bersama dalam taqwa . 📷@rizkyummurana @jogja.mengaji
Even if darkness falls again And a higher wall blocks me Now I’m not afraid of tomorrow Because I’m not alone anymore The time to break the silence and fly higher Is right now, right now Don’t leave anything behind, don’t look back And burn it up higher Wanna One - Burn It Up #JustRandomPost #MumpungGanteng
Saya Fachrizal Alfa Zamroni paham betul bahwa 17 Agustus 1945 Negara Indonesia sudah mengumumkan kemerdekaannya kepada dunia. Namun bagi saya, merdeka bukan hanya mengusir penjajah dari tanah ibu pertiwi, tapi juga tentang keadilan dan kesejahteraan. Indonesia memang berkata kalau ia telah merdeka, tapi dibalik itu, Indonesia hanyalah bangsa yang dijajah bahkan oleh bangsa sendiri. Masih banyak rakyat yang tertindas, bahkan sumber daya alam milik kita pun, tidak dapat kita nikmati. Maka dari itu, dalam momentum Orasi Ilmiah oleh Presiden Joko Widodo di Kampus IPB, saya akan ikut andil untuk menyuarakan tuntutan mahasiswa terkait permasalah pertanian yang mendera bangsa Indonesia. Karena bagi saya, kemerdekaan rakyat Indonesia adalah suatu hal yang harus diperjuangkan. Terlebih oleh Presiden nya sendiri! #JokowiRabuanDiIPB #EmangHarusImpor #NegaraAgrarisPetaniMiris
[28/08/2017] Warna hijau dianggap sebagai warna yang mencerminkan lingkungan yang asri, tenang dan menenangkan. Warna hijau bagi @bemremaupi adalah identitas bagi insan penggeraknya agar siap menjadi pemimpin bangsa. Disinilah para pemikir dan penggerak terlibat dan terjun langsung ke dalam dinamika sosial politik Indonesia. Disini juga Mahasiswa belajar menjadi cerdas, militan, dan kontributif untuk berguna pada masa yang akan datang. Sekarang, tinggal memaksimalkan passion yang ada di sisa kepengurusan ini. Ayo, kemenlu harus bisa jadi kementrian yang terbaik dan bisa bawa pengaruh besar. Walaupun banyak rintangan menghalangi, kita pasti bisa berjaya! Semangat 😃. Salam dari Kementrian yang ditinggal Menteri-nya beristirahat.
✍🏻Penulis: Ummu Salamah Farosyah 🎙Muroja’ah: Ustadz Aris Munandar Allahu Akbar!… Allahu Akbar! Allahu Akbar!… Allahu Akbar! “Duh! Sudah adzan, sebentar lagi ah shalatnya… tanggung kerjaannya tinggal sedikit lagi.” “Eh kok adzan? Padahal filmnya lagi seru nih! Nanti saja shalatnya kalau filmnya sudah selesai ah. Tapi waktu shalatnya nanti keburu habis?! Tunggu iklan saja deh kalau begitu, shalatnya juga harus cepat nih.” Astagfirullah… Astagfirullah… Astagfirullah… Ketahuilah akhi wa ukhti bahwa orang-orang tersebut di atas termasuk jenis orang yang melalaikan shalatnya. Perhatikanlah firman Allah, yang artinya “Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya.” (QS. Al-Maa’uun: 4-5) Al-Haafidz Ibnu Katsir rahimahullahu ta’ala berkata, yang dimaksud orang-orang yang lalai dari shalatnya adalah: Orang tersebut menunda shalat dari awal waktunya sehingga ia selalu mengakhirkan sampai waktu yang terakhir. Orang tersebut tidak melaksanakan rukun dan syarat shalat sebagaimana yang diperintahkan oleh Allah Ta’ala dan dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Orang tersebut tidak khusyu’ dalam shalat dan tidak merenungi makna bacaan shalat. Dan siapa saja yang memiliki salah satu dari ketiga sifat tersebut maka ia termasuk bagian dari ayat ini (yakni termasuk orang-orang yang lalai dalam shalatnya). Marilah kita bersama-sama berusaha maksimal untuk memperbaiki shalat kita karena ketahuilah bahwa amalan yang pertama akan dihisab oleh Allah di akhirat nanti adalah shalat. Dan kita memohon perlindungan kepada Allah Ta’ala dari kehinaan dan kondisi orang-orang yang di adzab Allah karena lalai dari shalat. ═══ ¤❁✿❁¤ ═══ ‼️Gabung dan ikuti Sekarang juga di Group dan Channel salamdakwah dengan setiap harinya anda mendapatkan : ✅Video Kajian Terbaru ✅Aktualita Ilmiah ✅Tanya Ustadz ✅Salamdakwah Image 📲 TG Channel @salamdakwah 📲 Group Telegram-Ikhwan(Laki-Laki)+628158000044 📱PIN BBM: DAB61683 📱Join group WA Ikhwan(Laki-laki) http://bit.ly/2vzKPT8 =====🔅====== 🌎 www.salamdakwah.com 📺 http://bit.ly/salwatv 📲Twitter
next page →